Janji Pakde Karwo: Tahun Pertama Fokus Garap Pengangguran

Oleh irwan • 22 Jul 2008 • Kategori: Liputan Media, pilgub [ 364 ]

SURABAYA-SURYA-Pemilihan Gubernur Jatim tinggal hitungan jam lagi. Setumpuk kesibukan yang melelahkan telah dijalani selama masa kampanye. Tapi perjuangan barulah dimulai. Apa yang akan dikerjakan kandidat bila mereka terpilih ? berikut petikan wawancara wartawan Surya, Aji Bramastra dengan calon gubernur Soekarwo.

Surya: Pakde, banyak pengamat dan survei mengunggulkan Anda. Seandainya benar perkiraan itu, apa yang akan Anda lakukan dalam satu tahun pertama?
Soekarwo     : Pertama-tama, saya sependapat anda. Rencana kerja itu bisa dilihat dalam satu tahun pertama, bukan 100 hari pertama. Karena rencana belanja itu satu tahunan, tidak ada rencana belanja 100 harian.
Pasa satu tahun pertama, saya ingin memfokuskan dalam tiga hal. Pertama, masalah pengangguran. Kedua masalah kemiskinan yang di dalamnya tersangkut agrobisnis dan agroindustri. Dan yang ketiga, masalah pendidikan dan kesehatan yang menurut saya menjadi satu paket.

Surya         : Bagaimana cara Anda menyentuh masalah pengangguran?
Soekarwo     : Sebenarnya ketiga poin tadi saling berkaitan. Agrobisnis dan agroindustri itu maksudnya melindungi usaha-usaha kecil di desa. Pabrik besar tidak boleh masuk. Jadi, orang desa tidak menjadi urban, tapi menjadi little winner di daerah mereka masing-masing.
Tingginya pengangguran saat ini sudah berada dalam tahap memprihatinkan.

Bagi kami,  persoalan kerja bukan sekadar bagaimana seseorang mendapatkan upah bagi pemenuhan kebutuhan hidupnya. Lebih dari itu, bekerja akan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Karena itu, kesungguhan menciptakan lapangan kerja bagi kami tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Surya         : Bagaimana dengan mereka yang belum punya usaha?
Soekarwo     : Mereka yang masih menganggur dibuatkan program jangka pendek ad hoc BLK yang cocok dengan pasar. Depnaker akan saya bongkar menjadi Departemen Pengangguran dan Penyaluran Tenaga Kerja. Nah, level pengungkit dari pengangguran ini tentu saja adalah pendidikan.

Surya         : Pendidikan seperti apa?
Soekarwo     : Politik pendidikan kita harus diubah. Perbanyak sekolah kejuruan, dan kurangi sekolah umum.

Surya         : Mengapa agraria dan maritim justru tidak terjamah?
Soekarwo     : Justru itu. Sekolah kejuruan yang mempelajari kedua hal itu juga harus diadakan dan diintensifkan.  Minat pelajar untuk mempelajari kedua hal tersebut harus dibangkitkan. Pendidikan merupakan tolok ukur tingkat kemajuan dan peradaban. Pendidikan boleh disebut sebagai pintu utama keberhasilan. Maka tidak berlebihan, jika kami juga punya komitmen yang besar pada bidang ini.

Surya         : Pakde, selama ini masyarakat kecil merasa jauh dengan kalangan birokrat dan pejabat. Bagaimana cara Anda mendekatkan diri kepada mereka?
Soekarwo     : Ada rekonstruksi simbolik. Pendekatan itu sudah mulai saya lakukan sekarang. Bagaimana orang-orang sekarang memanggil saya Pakde. Saya tidak mau disebut, selamat malam Pak Gubernur. Tapi biarlah orang-orang memanggil saya dengan Pakde. Ada humanisme yang tetap saya bawa.

Surya         : Anda tidak takut kehilangan wibawa?
Soekarwo     : Oh tidak. Bagi saya wibawa itu diperihatkan oleh kompetensi dan keprofesionalitasan seseorang. Bahwa orang itu bisa menyelesaikan masalah yang ia hadapi, berarti ia bisa menjaga wibawanya.

Surya         : Pakde, Jatim ini penuh dengan masalah sosial. Bagaimana pola Anda dalam menyelesaikan masalah-masalah itu mendatang?
Soekarwo     : Ya, tentu diselesaikan dengan komprehensif. Menyelesaikan satu masalah harus melihat dari berbagai perspektif. Seperti menyelesaikan masalah PKL. Tidak hanya menggusur mereka untuk melancarkan lalu lintas. Tapi bagaimana memindahkan mereka ke tempat baru. Kemudian, apa tempat baru itu bisa menguntungkan mereka? Saya yakin, dengan  pendekatan yang demikian, kita bisa masyarakat kita secara baik.

Tagged as:

2 Responses »

  1. alhamdulillah. insyaAllah, niatan baik akan selalu dimudahkan dalam menjalankannya.
    nanti disaat kita jumpai suatu hal yang kurang pantas, budayakan saling mengingatkan!
    nanti disaat pekerjaan pekerjaan negara ini begitu terasa berat, maka saling memperkuatlah!
    nanti disaat orang yang menyerahkan amanah ini ternyata tidak bisa lagi bersabar menunggu perubahan, maka tetap tunjukkan profesionalisme pekerjaan pekerjaan kita.
    semoga Allah selalu menjaga niatan, persaudaraan dan energi yang diperlukan untuk membangun peradaban yang lebih baik

  2. Besok kalau memang terpilih, jangan menutup forum lho ya, bahkan perlu dilanjutkan dengan forum aspirasi, yang tentunya dengan take and give dari pihak yang berwenang menjawab. Nek Kepolo2 dinas bodho2, geser aja, ganti dengan yang capable. Jangan dipelihara pegawai yang nggak produktif, kasih kesempatan bagi yang potensial. OK?, aku yo wong mediun dhe,.

Leave a Reply