Pasangan Kaji Unggul Sementara Atas Karsa
Rabu, 5 Nopember 2008
SURABAYA (Suara Karya): Jawa Timur kemungkinan bakal dipimpin seorang gubernur perempuan. Ini terbuka setelah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) untuk sementara unggul tipis atas pasangan Soekarwo-Syaifulah Yusuf (Karsa) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim putaran kedua yang digelar Selasa (4/11).
Keunggulan itu berdasarkan hasil penghitungan suara cepat (quick count) yang dilakukan beberapa lembaga survei, yakni Lembaga Survei Indonesia (LS), Lembaga Survei Nasional (LSN), dan Pusat Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).
Hasil penghitungan cepat versi LSI, selisih suara itu sangat tipis, tak sampai 2 persen. Kaji unggul dengan 50,76 persen dibanding Karsa yang 49,24 persen.
Peneliti LSI M Adnan Kamil mengemukakan, berdasarkan hasil tersebut LSI belum bisa memutuskan pasangan yang unggul dalam Pilgub Jatim putaran kedua, karena selisihnya terlalu tipis. “Kemungkinan Karsa menang juga ada, keputusan final ada di KPUD Jatim,” katanya.
Angka itu diperoleh dari sampel 400 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 62.859 TPS. Dalam pilgub kali ini sebanyak 29.045.470 warga memperoleh hak suara dari total 39,3 juta jiwa penduduk di wilayah basis kaum nadhliyin (warga NU) tersebut. Dibandingkan dengan putaran pertama, angka partisipasi turun enam persen menjadi 54,45 persen, sedangkan angka golput 45,55 persen.
Sementara itu, LSN menyebutkan, pasangan Kaji berhasil mengumpulkan suara 50,29 persen, sementara pasangan Karsa memperoleh 49,71 persen.
Meski demikian, LSN juga belum berani memastikan pasangan Kaji sebagai pemenang karena perbedaan yang sangat tipis memungkinkan terjadinya perubahan suara pada hitung manual yang dilakukan KPUD Jatim.
“Secara metodologi, dengan margin of error plus minus satu persen, masih ada kemungkinan Karsa memperoleh suara 50,29 persen dan ada kemungkinan pula Kaji memperoleh suara riil 49,71 persen,” kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry.
Sementara berdasarkan hasil akhir penghitungan cepat Puskaptis, pasangan Kaji memperoleh 50,83 persen suara, dibandingkan Karsa 49,17 persen suara.
Menurut pengamat politik dari Unair Prof Kacung Maridjan, kemenangan pasangan Kaji antara lain berkat peran kalangan Muslimat NU yang sangat dominan mendukung perolehan suara Khofifah.
Ia menyebutkan, suara massa NU diyakini lebih banyak ke kubu Khofifah karena sejak awal Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi kerap terlihat hadir di samping Khofifah. Dukungan itu akhirnya menguat meski sekitar 16 kiai terkemuka di Jatim, pada menit-menit terakhir justru menyatakan dukungan kepada Karsa.
Sementara itu, ketika dimintai komentarnya tentang perolehan tersebut, Ketua Tim Pemenangan Karsa, Martono, mengaku belum yakin hasil penghitungan cepat itu mencerminkan perolehan suara yang sesungguhnya. “Selisihnya tipis, masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi,” ujarnya, di Surabaya, kemarin.
Saat maju dalam pilgub putaran pertama lalu pasangan Kaji didukung koalisi 12 parpol, yakni PPP, PPNUI, PNI Marhaenisme, Partai Merdeka, Partai Pelopor, PIB, PNBK, PKPI, PBR, PPS, PBSD, dan Partai Patriot. Pada putaran kedua, kubu ini mendapat dukungan tambahan dari PKB. Sedangkan pasangan Karsa yang awalnya hanya didukung PD dan PAN, PPDI, dan PKS, belakangan mendapat dukungan tambahan dari Partai Golkar.
Kemungkinan kubu Karsa menang memang masih terbuka. Berdasarkan penghitungan cepat yang dilakukan oleh DPW PKS Jawa Timur, pasangan Karsa meraih 53,3 persen suara sehingga lebih unggul dari pasangan Kaji yang mengumpulkan 46,5 persen suara.
Ketua tim pemenangan Pemilu PKS Jatim, Yusuf Rohana, mengemukakan hal itu di Surabaya, Selasa. “PKS Jatim masih yakin pasangan Karsa akan memenangkan Pilgub Jatim putaran kedua. Keyakinan itu didasarkan pada hasil quick count di 38 kabupaten/kota PKS se-Jawa Timur,” katanya.
Menurut Yusuf Rohana, kemenangan Karsa adalah kemenangan untuk masyarakat Jawa Timur dan kemenangan yang harus disyukuri agar menjadi kemenangan yang berkah. (Ant/Andira)
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=213139