Pilgub Jatim: KarSa Klaim Menang 173.757 Suara,
Kamis, 22 Januari 2009 | 8:30 WIB | Kategori: Berita Terkini, Madura | ShareThis
BANGKALAN | SURYA Online-Hasil penghitungan suara atas pencoblosan ulang Pilgub Jatim di Bangkalan dan Sampang belum final. Namun pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) mengklaim telah menang mutlak. Sebaliknya, tim Khofifah Indar Parawansa-Moedjiono (Ka-Ji) belum mau mengaku kalah sebelum hasil penghitungan dinyatakan final oleh KPUD.Cagub Soekarwo yang setia menunggui hasil rekapitulasi, tampak sibuk mengutak-atik hitungan selisih suara dengan rival politiknya.
Dari perhitungan sementara, kubu KarSa mengumumkan kemenangan dengan selisih 110.005 suara di Bangkalan dan selisih 63.752 suara di Sampang. Di Bangkalan, KarSa mengantongi 254.221 suara, sedangkan Ka-Ji 144.216 suara. Sementara di Sampang, KarSa mengantongi 211.265 suara, Ka-Ji 147.513 suara. Dengan selisih 173.757 suara di Bangkalan dan Sampang itulah, KarSa optimistis menang.
“Dari hasil penghitungan akhir (pilgub putaran II lalu), setelah dikurangi macam-macam, KarSa memiliki selisih keunggulan 60.000 suara. Sekarang kami masih memiliki selisih 50.000 suara (untuk suara total di Jatim termasuk hasil di Bangkalan dan Sampang, -Red). Meski turun sekitar 10.000, kami masih unggul,” kata Pakde Karwo mengawali jumpa pers di Posko KarSa, di Bangkalan, Rabu (21/1) malam.
Soekarwo mengakui hasil sementara coblosan ulang ini masih bisa berubah, namun ia yakin perubahan angka tidak akan mempengaruhi hasil akhir kemenangan KarSa.
“Seluruh tim pemenangan KarSa wajib menjaga perjalanan kotak suara dari TPS (tempat pemungutan suara) ke PPK (Panitia Pemilihan tingkat Kecamatan). Kami juga meminta aparat untuk mengamankan hasil yang didapat ini sehingga benar-benar aman hingga rekapitulasi di KPU,” kata Pakde Karwo.
Menanggapi protes tim Ka-Ji yang menganggap masih adanya kecurangan, Pakde Karwo menyatakan persoalan pilgub ini sudah diawasi ketat oleh berbagai pihak, termasuk oleh saksi-saksi di setiap TPS. “Jika ada indikasi pelanggaran, saksi ini yang harus protes di TPS,” kata Pakde Karwo. Sedangkan jika ada temuan pelanggaran lain, Panwas tentu akan menentukan pelanggaran itu masuk kategori pidana atau pelanggaran administratif.
Secara terpisah, Ketua Tim Pemenganan Ka-Ji, Masjkur Hasjim mengatakan boleh saja KarSa mengklaim kemenangan, namun harus diingat itu baru klaim sepihak. “Memangnya yang menangani pilgub ulang ini tim KarSa, kan ada KPUD, PPK, PPS dan KPPS. Silakan mereka mengklaim kemenganannya sebesar itu, tapi kami mau menahan diri, karena sudah jelas ada perangkat yang menangani pilgub ulang ini,” katanya.
Sebaliknya, Masjkur optimistis Ka-Ji yang akan memenangkan pilgub ulang ini. Estimasi ini karena Ka-Ji memiliki modal suara cukup besar dari kemenangan di Jawa, yang selanjutnya akan diakumulasikan dengan perolehan suara di Bangkalan dan Sampang.
Berdasarkan hasil perolehan dari KarSa, di Kecamatan Kota Sampang, pada putaran kedua lalu Ka-Ji menang, namun dalam coblos ulang kemarin kalah. Pada putaran kedua lalu Karsa memperoleh 20.549 suara dan kini KarSa mendapatkan 29.912 suara.
Kaji pada putaran kedua mendapatkan 26.752 suara, pada pilgub ulang turun menjadi 22.645 suara. Begitu pula di Torjun, Karsa mendapatkan 8.405 suara, Ka-ji7.075 suara.
Sayangnya, sampai berita ini ditulis, tim Ka-Ji di Sampang belum mengeluarkan data perolehan suaranya. Sejak siang hingga sore suasana di posko Ka-ji di Jl Wahid Hasyim, terlihat sedikit tegang.
Sedangkan di posko Ka-Ji di Jl Imam Bonjol, Sampang, semula terlihat ceria dan optimistis pasangan Ka-Ji menang. Namun ketika wartawan datang ke posko itu dan mengabarkan hasil klaim dari KarSa, mereka terdiam.
Data Pelanggaran
Masjkur Hasjim mengakui dari data yang masuk ke poskonya, suara Ka-Ji untuk sementara memang tertinggal dari KarSa. Tetapi selisih suara di Bangkalan dan Sampang ini menurutnya belum tentu melampaui angka 139.000 suara, yang merupakan angka keunggulan Ka-Ji sebelum masuknya hasil perhitungan di Bangkalan dan Sampang.
Namun ketika ditanya hasil perhitungan versi Ka-Ji, Masykur tak mau membukanya. “Rekap data masih berjalan,” katanya ketika ditanya sekitar pukul 20.25 WIB.
Apakah ada kemungkinan menggugat lagi jika kalah? “Kan belum ada yang kalah dan yang menang. Proses penghitungan berjenjang dari TPS, PPS, PPK, dan terakhir di KPU Jatim. Kami menunggu sampai semuanya tuntas, kalau sudah ada hasilnya baru ada penyikapan,” jelasnya.
Rekapitulasi akhir, sesuai jadwal KPUD Jatim, akan dilaksanakan 31 Januari bersamaan dengan rekapitulasi hasil penghitungan suara ulang dari Pamekasan beberapa waktu lalu.
Yang pasti menurut Masjkur, sekarang ini pihaknya sedang mengumpulkan data-data pelanggaran, terutama yang dilakukan penyelenggara pilgub. Misalnya pemindahan TPS dari dusun asalnya. Juga adanya pemilih yang tidak bisa memberikan suara karena surat undangan mereka ditahan petugas PPS.
Sementara itu, di kediaman KH Imam Buchori di Jl Halim Perdana Kusuma, Bangkalan kermarin mendadak ramai penuh dengan simpatisan Ka-Ji dan jurnalis. Mereka ingin mengetahui hasil perolehan suara yang dihimpun Ka-Ji.
Saat jumpa pers, pasangan Ka-Ji ditemani KH Imam Buchori (Ketua tim pemenangan Bangkalan dan Sampang), Choirul Anam (Ketua Umum PKNU) dam Ketua tim advokasi, Muhammad Ma’ruf Syah.
Namun mereka tidak memberikan informasi hasil perhitungan suara. Salah seorang wartawan nyeletuk, apakah anda optimistis menang?. Khofifah pun menjawab dengan nada rendah bahwa dia optimistis menang.
“Kami di posisi yang unggul, kami optimistis menang. Kami siap menang dan siap kalah. Tapi kami tidak akan membiarkan money politics (politik uang). Di Baipajung, putaran pertama lalu, Ka-Ji memperoleh 15 suara. Tapi, sekarang dapat 700 suara,” ujar Khofifah.
Baik Khofifah maupun Cak Anam lebih banyak memaparkan pelanggaran yang terjadi pada pencoblosan kemarin daripada membicarakan soal perolehan suara. Khofifah misalnya, menyatakan, ada delapan saksi Ka-Ji sempat ditolak panitia di Baipajung. Ada juga di desa Bendosaleh, Kecamatan Kokop, saksi Kaji mendapatkan intimidasi, di beberapa kecamatan, saksi kaji dikumpulkan oleh Camat serta nuansa intervensi birokrasi di Bangkalan dan Sampang sangat kuat.
“Ini merupakan catatan yang penting sekali di pemungutan ulang di Bangkalan dan Sampang, dan menjadi bagian catatan oleh tim Ka-Ji,” kata Khofifah.
Pandangan berbeda terlihat di tim KarSa. Koordinator Koalisi Rakyat Bersatu Jatim, Abd Sofi bersama massanya di posko kemengan KarSa Sampang berteriak histeris sambil bertakbir. Sebagian dari mereka melempar bantal dan meloncat kegirangan. Kemudian mereka sujud sukur dan makan nasi bungkus bersama.
Pasangan Soekarwo, Saifullah Yusuf mengklaim kemenangan di pihaknya berdasarkan quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA. “Dari hasil quick count LSI pimpinan Denny JA menyebut KarSa meriah 60,32 persen,” ujar Saifullah Yusuf.
Gus Ipul mengatakan, KarSa unggul 151.000 suara atas Ka-Ji di Bangkalan dan Sampang. Menurut dia, meski tingkat partisipasi warga menurun dibanding putaran kedua, tetapi kemenangan KarSa pada putaran ulang di Sampang dan Bangkalan ini mengalami peningkatan.
“Di setiap TPS yang dulu kami kalah, kini menang,” katanya saat ditemui di Posko KarSa di jl Comal, Surabaya. oen/st30/st2/ian/bet/k6
Ya semoga saja KARSA menang