Jakarta - Survei terbaru menjungkirbalikkan survei sebelumnya yang senantiasa menempatkan Partai Demokrat pada posisi jawara. Kini citra Golkar tergenjot hingga menggusur posisi Demokrat.
“Golkar mendapatkan posisi satu. Demokrat mengawal ketat. Saya yakin yang akan bertarung nanti adalah Golkar, Demokrat dan PDIP,” kata Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI), Johan O Silalahi.
Hasil survei LRI dipublikasikan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (23/2). Responden ditanya parpol mana yang akan dipilih jika pemilu diadakan esok hari.
Golkar menempati posisi pertama dengan 20,1 persen dan diikuti Demokrat 15,5 persen. Posisi ketiga diraih PDIP 15,3 persen, PKS 11,6 persen, Gerindra 5,29 persen, PAN 5,13 persen, PPP 2,86 persen, PKB 2,33 persen, Hanura 1,96 persen, dan PBB 0,9 persen.
“Demokrat akan mengikuti secara ketat dan kemungkinan ini akan berubah pada hasil polling bulan depan. Survei yang paling akurat adalah survei yang dilakukan mendekati pemilu. Akan segera menyusul hasil riset yang kedua, akan kami luncurkan bulan depan,” kata Johan.
Survei dilakukan di 33 propinsi (99 kota/kabupaten atau 3 kabupaten di 33 propinsi) pada 8-16 Februari 2009. Jumlah responden sebanyak 1.890 orang yang berusia di atas 17 tahun. Metode yang digunakan wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur. Error sampling 2,23 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebelumnya, dalam survei terakhir yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 5-15 Desember 2008, responden memilih PDIP 31 persen, Demokrat 19,3 persen, Golkar 11,9 persen, PKS 4,1 persen, PKB 3,1 persen, PPP 2,8 persen, PAN 2,8 persen, Hanura 1,9 persen, Gerindra 1 persen, dan PDK 0,8 persen.
Sedangkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani pada 10-22 Desember 2008, Demokrat 23 persen, PDIP 17 persen, Golkar 13,3 persen, Gerindra kisaran 3-4 persen, Hanura 1,3 persen. (inilah.com/eda)
