TUBAN - Kemenangan tiga kursi di DPRD II, semakin meyakinkan kerja dari mesin politik PKS berhasil, antara lain adalah struktur, caleg dan kader. Meskipun pada awalnya target perolehan suara bisa memperebutkan lima kursi, namun peningkatan perolehan suara PKS tingkat DPRD II pileg 2009 ini maju pesat mendapat 18.469 suara. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, yaitu108 % dari perolehan 2004. Sedangkan perolehan kursi PKS berada pada peringkat 7 (Tujuh) dan perolehan suara berada pada peringkat 9 (sembilan) dengan prosentase 3,69% masih dibawah perolehan PAN.
Pengoptimalan kerja dari mesin politik ini patut di syukuri dan tak lepas bantuan dari tim sukses. Untuk mengukuhkan kembali ukhuwah yang pernah terbentuk di pileg 2009, maka struktur mengadakan silaturahim bersama kader, caleg beserta tim suksesnya. Acara ramah tamah yang di hadiri oleh Kawilda IX, Ali Mahmudi ini di adakan pada hari Ahad, 3 Mei 2009. Gedung pertemuan yang memuat 500 orang ini padat terisi oleh para undangan.
Selama acara berlangsung, para undangan mengikuti dengan hikmah apalagi saat tiga calon anggota dewan terpilih dan perwakilan satu anggota dewan yang belum berkesempatan mendapat kursi mengungkapkan kesan akan perjuangannya berebut perhatian dari konstituen selama ini. Hanafi yang mendapatkan 910 suara di Dapil III, kendatipun belum berhasil namun dia telah berusaha dengan mendatangi rumah ke rumah untuk mencari konstituen. Alhasil dia mendapatkan 5000 tanda tangan dari konstituen yang sepakat akan kontrak politik yang di ajukannya.
Selain kesan dan pesan dari para caleg, DPD PKS Tuban juga mengundang Samsu Kahar perwakilan dari tokoh masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya pada ketiga caleg yang terpilih, yaitu Rakhmad (Dapil I), Sho’im, S.Pdi (Dapil IV) dan Hendrat Setiadji, S.Hut (Dapil V). Harapan dari tokoh masyarakat tersebut supaya kelak para Anggota Dewan dari PKS tetap bersahaja dan mampu membawa diri bukan wakil dari PKS melainkan wakil yang terpilih untuk menyampaikan aspirasi dari seluruh masyarakat Tuban.
Pertemuan yang di akhiri tepat pada pk.12.00 itu sempat mendapat protes dari para undangan karena aspirasi mereka yang tersusun apik dalam pantun tak bisa semua terbacakan. Panitia pun bertindak professional untuk tetap membaca pantun-pantun yang sudah tertulis. Mereka berjanji akan memberikan door prize untuk tiga pantun terbaik dan akan di umumkan saat menikmati hidangan prasmanan yang disediakan oleh panitia. (noe)
