Surabaya — Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Timur menggulirkan Program Nasional (Pronas) “Peduli Lingkungan - Selamatkan Generasi”. Program yang diselenggarakan oleh Pos Wanita Keadilan (Pos WK) dalam rangka memaknai hari ibu itu akan dilakukan secara serentak pada 20 Desember 2009 secara nasional, termasuk38 kabupaten/ kota Se-Jawa Timur.
“Global warming atau pemanasan global telah menjadi isu yang mendunia dan kaum miskin yang 70% di antaranya adalah perempuan, merupakan kelompok pertama yang merasakan dampak negatif pemanasan global ini. Oleh karena itu, perempuan PKS merasa perlu untuk mengangkat isu lingkungan ini dalam memaknai hari ibu 2009”, ujar Karuniawati, ST. MT. Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Timur.
Pos WK sendiri adalah kerja kader PKS di tingkat akar rumput yang memfokuskan pada strategi pemberdayaan masyarakat atau community development. Saat ini, terdapat lebih dari 142 titik Pos WK di seluruh Jawa Timur. Sejak tahun 2006, Pos WK secara rutin meluncurkan Pronas dengan berbagai tema untuk menggiatkan aktivitas pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat perempuan. Secara teknis, Pronas Pos WK 2009 ini memiliki variasi kegiatan terkait dengan tema lingkungan di setiap titik kegiatan. Namun, di semua titik direncanakan akan melakukan satu kegiatan yang sama, yaitu aksi penanaman1000 pohon.
Dalam kesempatan tersebut, juga akan diluncurkan sejumlah Desa Binaan yang berlokasi di berbagai tempat di seluruh Jawa Timur. Desa Binaan ini digerakkan oleh istri angota DPR RI, DPRD Propinsi dan Kabupaten yang berada di masing-masing daerah pemilihannya.
Untuk tingkat Jawa Timur, pronas akan dipusatkan di Kota Surabaya tepatnya di RW 2 Desa Sumur welut Kec. Lakarsantri. Di Kota Surabaya, kegiatan akan dihadiri oleh anggota DPRD Kota Surabaya Reni Astuti. Selain itu, diikuti oleh para undangan, tokoh masyarakat, dan peserta jalan sehat terutama Ibu-ibu untuk melakukan penanaman pohon pada lubang galian yang telah disediakan. Rencananya acara akan dimulai dengan jalan sehat sembari membentangkan pesan-pesan tentang lingkungan kepada masyarakat. Selanjutnya, sementara itu anak-anak membuat coretan dari tinta bahan alam (kunyit, daun suji, lumpur, dll) pada bentangan kain sepanjang 5 m. Untuk Surabaya program ini akan dilanjutkan pada tanggal 27 Desember berupa penanaman pohon di 31 titik.
